Penjelasan Singkat Tentang Teis, Ateis, dan Agnostik


Ketika berbica tentang kepercayaan hal yang terlintas dipikiran semua orang adalah agama, dan hampir 90% populasi manusia di bumi sudah memiliki agama, sebab agama dipercaya sebagai “tiket” untuk menapatkan keselamatan abadi, tak terlepas dari itu semua ada tiga hal yang selalu dipertanyakan banyak orang, sebenarnya Ateis, Teis, dan Agnostik itu apasih? Antara Ateis, Teis, dan Agnostik memiliki setidaknya satu perbedaan yaitu pemahan mereka tentang Tuhan.
Religion, sumber: Google Image

Apa Itu Teis?

Teis adalah suatu pemahaman atau kepercayaan bahwa Tuhan itu ada, dan mereka yang percaya akan keberadaan Tuhan disebut Teisme. Dalam pemahan Teisme, Tuhan adalah roh maha kuasa dan maha segalanya yang mengatur dan menciptakan dunia ini, mereka percaya akan keberadaan Tuhan dan menyembah Tuhan, contohnya saja agama Kristen, Islam, Hindu, dan lain-lain, dalam agama itu memiliki kepercayaan dan keyakinan bahwa Tuhan itu ada, maha pengasih, maha penyayang, dan maha segala nya.
Expanding brain, sumber: Google Image

Lalu, Ateis?

Sederhana nya Ateis atau Ateisme bagi penganut nya adalah suatu kepercayaan yang terbalik dari Teis, bagi Ateis konsep Tuhan itu hanya sepeti karya science-fiction belaka, mereka percaya bahwa tidak ada roh yang yang disebut Tuhan, pemahaman ini didasari dari ketidak-adanya bukti keberadaan Tuhan secara real, mereka percaya bahwa jika Tuhan ada setidaknya dapat menampakan diri dan memberi keyakinan konkrit, mereka juga percaya bahwa segala sesuatu di dunia berjalan dengan mekanisme nya sendiri bukan karena keberadaan Tuhan.

Kalau Begitu Agnostik itu Apa?

Orang yang menganut Agnostik bisa saja seorang Teisme, sederhana nya seorang Agnostik adalah seorang skeptisme, mereka meragukan konsep ke-Tuhan-an. Mereka tidak bisa memberikan kepastian apakah mereka percaya akan keberadaan Tuhan atau tidak, sebagian dari Agnostik memiliki agama tetapi hanya sebatas formalitas saja dan menganggap bahwa mengetahui adanya Tuhan atau tidak bukanlah hal yang penting. Agnostik sendiri dibagi menjadi dua bagian lagi, yaitu Agnostik Humanis dan Agnostik Empiris. Agnostik Humanis menjalani hidup dengan panduan moral dan etika yang bersifat sekuler dan liberal tanpa harus terikat dengan kepercayaan atau agama, sedangkan Agnostik Empiris memiliki kepercayaan bahwa mungkin saja Tuhan itu benar-benar ada.

Itu adalah penjelasan sederhana tentang Ateis, Teis, dan Agnostik. Di Indonesia sendiri cukup banyak Ateisme dan Agnostisme, walaupun aturan memaksa masyarakat untuk memiliki agama tetapi bagi Ateisme itu hanyalah formalitas belaka terutama pada kolom KTP. Saya sendiri adalah seorang Teisme, saya percaya bahwa Tuhan itu ada, tak perlu memiliki bukti konkrit tentang wujud Tuhan yang sesungguhnya, hanya melihat dunia dan manusia saja seharusnya kita sudah tau bahwa Tuhan itu ada, walau demikian saya tidak pernah menghujat mereka yang Ateis atau Agnostik, saya menghargai setiap ideologi manusia tanpa ikut terhasut akan ideologi tersebut.

0 Comments


EmoticonEmoticon