Menyikapi Intoleransi yang Bergemuruh

Karikatur Intoleransi (www.jumpaonline.com)

Jika berbicara tentang Indonesia kadang-kadang yang terlintas dipikiran ku adalah isu sara, Indonesia memang hebat karena banyak sekali kepercayaan yang tertampung di negara ini menjadi satu dan tentu saja semuanya tidak semulus yang orang pikirkan, bukan saja agama, mereka yang disebut atheis dan agnostik juga ikut bersarang di negara kepulauan ini. Bukan nya damai, konflik sara agama cukup meletus di sana-sini seperti kembang api dimalam tahun baru. Sebenarnya setiap kepercayaan sudah mengajarkan nilai-nilai kebajikan untuk menjadi pribadi yang toleran namun tampak nya beberapa orang sangat mabuk hingga melewatkan atau sengaja tidak memahami konsep toleransi didalam kepercayaan nya.
Bahkan ketika tulisan tidak jelas ini ditulis, banyak sekali orang-orang yang saling hujat di luar sana, terutama di dunia maya seperti sosial media facebook. Nah, sebenarnya toleran itu apa?

Apa itu Toleran?

Toleran adalah sifat atau sikap menghargai/memaklumi kepercayaan, atau pandangan orang lain yang bertentangan dengan diri kamu sendiri. Jika kamu tidak bisa menghargai apa yang orang percaya maka seharusnya kamu tidak usah memperdulikan nya, sederhana saja, kepercayaan itu bagian dari bidang spiritual bukan ilmu pasti, artinya kepercayaan antara satu dengan yang lain bisa berbeda-beda.

Mengapa Intoleran Bisa Terjadi?

Ada beberapa hal mengapa sikap intoleran bisa terjadi pada seseorang atau kelompok tertentu, sebut saja intoleran bisa terjadi karena fanatisme, kurang nya pengetahuan atau ilmu tentang kepercayaan nya sendiri tapi merasa sudah benar, menganggap bahwa keprcayaan nya yang paling benar dan kepercayaan orang lain salah, gagal paham, dan masih banyak lagi pemicu individu menjadi intoleran.

Hal ini semakin buruk, seharusnya sikap intoleran itu dimusnahkan saja dari setiap individu di dunia, jika toleransi menjadi sesuatu yang lumrah maka kedamaian bisa terwujud dengan mudah, dan tentu saja suka cita bisa menyertai kita semua, sayang nya untuk mewujudkan hal itu cukup sulit, masih banyak manusia yang tidak memahami makna dari hidup itu yang sesungguhnya.
Setelah mengetahui apa itu toleran dan alasan seseorang bisa menjadi intoleran, lalu bagimana mengatasi sikap intoleran, hal ini bisa menjadi “obat” bagi kamu yang masih memiliki sikap intoleran.

Bagaimana Mengatasi Sikap Intoleran?

Ada beberapa poin penting untuk menyikapi intoleran ini, yaitu:
  1. Langkah pertama mulai untuk menghapus kebencian di dalam dirimu dan mulailah untuk mengasihi sesama mu, jika kamu masih cukup sulit untuk menerima seseorang yang berbeda kepercayaan dengan mu maka terimalah dia sebagai manusia sama seperti mu.
  2. Jangan mudah terlibat perdebatan, banyak sekali perdebatan yang terjadi terutama di dunia maya, dengan embel-embel saling bertukar pikiran, yang ada malah saling hina dan menjatuhkan kepercayaan orang lain.
  3. Open minded, artinya adalah berpikir terbuka mulai untuk menerima kepercayaan orang lain dalam artian berusaha untuk mengakui dan melihat bahwa dalam kepercayaan orang lain juga terdapat ajaran kebenaran, bukan cerita fiksi seperti yang kamu pikirkan saat menjadi fanatisme.
  4. Belajar agama, tidak ada agama yang mengajarkan jalan keburukan, jika ada maka itu tidak bisa disebut dengan agama, pelajari nilai-nilai kebajikan yang diajarkan oleh agama mu, pelajari dengan benar jangan sampai kamu gagal paham.
  5. Jangan sok pintar, banyak sekali orang yang saya temui mereka sok pintar, sok menguasai atau memahami agama orang lain, kenyataan nya nihil, mereka tidak tau apapun tentang kepercayaan orang lain.


Beberapa poin diatas bisa digunakan untuk menyikapi intoleransi yang sedang hangat sepeti kopi hitam dipagi hari. Jika suatu penduduk negara bisa saling bersahabat tanpa harus memandang perbedaan kepercayaan maka konflik yang terjadi di negara ini bisa berkurang walau tidak drastis. Tujuan untuk menjadi toleran bukan untuk meraup keuntungan melainkan menciptakan tali persaudaraan dan perdamaian pada sesama makhluk hidup yang tinggal di daerah yang sama, pulau yang sama, negara yang sama, dan planet yang sama.

0 Comments


EmoticonEmoticon